13 Maret 2012

Al-Aqsha

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَاءِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي اْلأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا {4} فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ أُوْلاَهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ أُوْلِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلاَلَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً {5} ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاهُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا {6} إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ اْلأَخِرَةِ لِيَسُوئُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَاعَلَوْا تَتْبِيرًا {7}
Dan Kami memberi peringatan (yang jelas) kepada Bani Israil di dalam Kitab, bahwa mereka akan dua kali membuat kerusakan di muka bumi dan merasa unggul dengan kesombongan yang besar (dan dua kali mereka diazab). Maka ketika peringatan pertama sudah berlaku, Kami utus kepadamu hamba-hamba Kami yang berkekuatan dahsyat; mereka menyusup ke dalam kampung-kampung; dan itulah peringatan yang sudah (sepenuhnya) terlaksana. Kemudian Kami berikan kepada kamu giliran melawan mereka; dan Kami bantu kamu berupa harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu golongan yang lebih besar. Kalau kamu berbuat baik, berbuat baiklah untuk dirimu sendiri. Kalau kamu berbuat jahat, (perbuatanmu) untuk dirimu sendiri. Maka jika peringatan kedua sudah lalu (Kami mengizinkan musuh-musuhmu) akan merusak wajah-wajahmu, dan mereka memasuki Kuil sebagaimana telah mereka masuki pertama kali, dan mereka membinasakan segala yang berada di bawah kekuasaan mereka (Q., 17: 4-7). Al-Quran surat Al-Isrâ’, ada keterangan sangat menarik yang bisa dijadikan sebagai titik tolak untuk mempelajari bagaimana nasib al-Masjid al-Aqsha. Setelah Nabi Sulaiman berkuasa, di atas tempat peletakkan tâbût ia membangun masjid besar yang kemudian dikenal dengan al-Masjid al-Aqsha (didirikan sekitar 1.000 tahun sebelum Masehi). Ialah ketika Nebukadnezar menyerbu Palestina, kurang lebih 600 tahun Sebelum Masehi atau kurang lebih 300-an tahun setelah Nabi Sulaiman. Orang-orang Babilon merajalela di seluruh pelosok Palestina; mereka tidak hanya meratakan tanah Yerusalem atau Al-Quds atau Al-Bayt Al-Maqdis, bahkan orang Yahudi diboyong ke Irak (Babilonia) dan dijadikan budak. Inilah masa perbudakan bangsa Yahudi. Bangsa Babilon kemudian berperang dengan orang Persi. Perang Persi ini menjadi contoh bagi Inggris pada waktu Perang Dunia ke-2. Orang Inggris kira-kira berkata begini kepada orang Yahudi, “Hey orang Yahudi, kami sedang berperang melawan Jerman, kalau kamu menolong kami dan kami menang, kamu boleh kembali ke Palestina.” Itu permulaan riwayat Israil melalui Bellfor Declaration. Dulu, orang Persi juga melakukan tindakan seperti itu. “Hey orang Yahudi, kita sedang berperang dengan orang Babilon, kalau kami menang kamu boleh kembali ke Palestina, kamu akan bebas dari perbudakan.” Ternyata Persi menang. Orang Yahudi pun diperbolehkan kembal ke Palestina, diperbolehkan membangun masjid asalkan tidak megah; tetapi orang Persi tetap memegang kendali. Hal tersebut berjalan selama ratusan tahun, sampai datang raja Yahudi bernama Herod yang agung. Dia sebetulnya orang Arab, tetapi menjadi raja Yahudi. Sekitar 30-an tahun sebelum Nabi Isa lahir, masjid yang sudah dihancurkan pun dibangunnya kembali. Konon, bangunan itu lebih hebat daripada yang semula. Ketika bangunan masjid itu berdiri megah, Nabi Isa melihat hal-hal yang tidak beres. Meski masjid itu seolah-olah proyek Mercusuar, tetapi akhlak orang Yahudi sendiri telah rusak. Masjid tidak berfungsi, malahan di depannya terjadi praktek lintah darat. Oleh karena itu, ada cerita tentang Nabi Isa yang masuk ke masjid itu dan keluar sambil menendangi meja-meja kaum lintah darat seraya mengutuk, “kalau begini suatu saat Allah Swt. akan mengirimkan azab lagi kepada kalian dan masjid ini pasti hancur”. Kutukan tersebut memang terjadi, yaitu ketika pada tahun 70 Masehi Titus dari Roma menyerbu dan menghancurleburkan Palestina, termasuk masjidnya. Hal demikian terjadi karena orang Yahudi tidak mau tunduk kepada Roma. Di samping itu, menurut pandangan keagamaan, orang Yahudi memang telah menyimpang dari yang benar, misalnya mempraktikkan lintah darat. (Fenomena riba sebetulnya dipelopori orang-orang Yahudi; istilah bankrut di masa sekarang berasal dari bahasa Latin bankarota, banka artinya meja dan rota artinya roboh). Lebih dari itu, Titus juga melarang orang Yahudi tinggal di Palestina. Inilah awal pengalaman bangsa Yahudi paling menyedihkan yang disebut diaspora. Diaspora artinya merana di muka bumi tanpa tanah air dan selalu dihina orang. Mereka hidup di ghetto-ghetto (ghetto adalah tempat kumuh, dan erat sekali terkait dengan orang Yahudi; kalau di Eropa, yang disebut ghetto adalah tempat kumuh orang Yahudi). Inilah sebetulnya yang disebut oleh Al-Quran,
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنَ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِئَايَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ اْلأَنبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ
Mereka selalu ditimpa kehinaan (seperti kemah) di mana pun mereka berada, kecuali bila mereka berpegang pada tali (janji) dari Allah dan tali (janji) dari manusia (Q., 3: 112). Artinya, Bangsa Israil akan terlepas dari kehinaan apabila mereka memelihara hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia.
***Al-Aqsa Mosque published between 1856 and 1860*** Demikianlah, orang-orang Roma kemudian berusaha mengikis habis sisa-sisa keyahudian dari Yerusalem. Bahkan nama Yerusalem (Al-Quds, tempat suci) pun tidak boleh digunakan. Yerusalem selanjutnya dijadikan pusat pemujaan kepada Dewi Aelia (sebuah patung Dewi dari Roma yang namanya Aelia). Patung Dewi Aelia didirikan persis di atas Ka’bah orang Yahudi. Nama Yerusalem pun diganti menjadi Aelia Capitolina yang berarti kota Aelia. Maka, pada waktu Umar membuat perjanjian dengan orang-orang Yerusalem, perjanjian itu disebut “Perjanjian Aelia” (Mîtsâq Aelia). Setelah menjadi pusat penyembahan berhala, Konstantin masuk Kristen.

Tidak ada komentar: